Bawaan Hati yang Baik (Ati Mapaccing)
Dalam bahasa Bugis, ati mapaccing (bawaan hati yang baik) berarti nia’ madeceng (niat baik), nawa-nawa madeceng (niat atau pikiran yang baik) sebagai lawan dari kata nia’ maja’ (niat jahat), nawa-nawa masala (niat atau pikiran bengkok). Dalam berbagai konteks, kata bawaan hati, niat atau itikad baik juga berarti ikhlas, baik hati, bersih hati atau angan-angan dan pikiran yang baik.
Tindakan bawaan hati yang baik dari seseorang dimulai dari suatu niat atau itikad baik (nia mapaccing), yaitu suatu niat yang baik dan ikhlas untuk melakukan sesuatu demi tegaknya harkat dan martabat manusia. Bawaan hati yang baik mengandung tiga makna, yaitu a) menyucikan hati, b) bermaksud lurus, dan c) mengatur emosi-emosi. Pertama, manusia menyucikan dan memurnikan hatinya dari segala nafsu- nafsu kotor, dengki, iri hati, dan kepalsuan-kepalsuan. Niat suci atau bawaan hati yang baik diasosiasikan dengan tameng (pagar) yang dapat menjaga manusia dari serangan sifat-sifat tercela. Ia bagai permata bercahaya yang dapat menerangi dan menjadi hiasan yang sangat berharga. Ia bagai air jernih yang belum tercemar oleh noda-noda atau polusi. Segala macam hal yang dapat menodai kesucian itu harus dihindarkan dari hati, sehingga baik perkataan maupun perbuatan dapat
terkendali dengan baik. Dalam Lontara’ disebutkan:
Dua kuala sappo, unganna panasae, belo kanukue
(Dua kujadikan pagar, bunga nangka, hiasan kuku.)
Dalam bahasa Bugis, bunga nangka disebut lempu yang berasosiasi dengan kata jujur, sedangkan hiasan kuku dalam bahasa Bugis disebut pacci yang kalau ditulis dalam aksara Lontara’ dapat dibaca paccing yang berarti suci atau bersih. Bagi manusia Bugis, segala macam perbuatan harus dimulai dengan niat suci karena tanpa niat suci (baik), tindakan manusia tidak mendapatkan ridha dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Seseorang yang mempunyai bawaan hati yang baik tidak akan pernah goyah dalam pendiriannya yang benar karena penilainnya jernih. Demikian pula, ia sanggup melihat kewajiban dan tanggung jawabnya dengan lebih tepat.
Kedua, manusia sanggup untuk mengejar apa yang memang direncanakannya, tanpa dibelokkan ke kiri dan ke kanan. Lontara’ menyebutkan:
Atutuiwi anngolona atimmu; aja’ muammanasaianngi ri ja’e padammu rupa tau nasaba’ mattentui iko matti’ nareweki ja’na apa’ riturungenngi ritu gau’ madecennge riati maja’e nade’sa nariturungeng ati madecennge ri gau’ maja’e. Naiya tau maja’ kaleng atie lettu’ rimonri ja’na.
(Jagalah arah hatimu; jangan menghajatkan yang buruk kepada sesamamu manusia, sebab pasti engkau kelak akan menerima akibatnya, karena perbuatan baik terpengaruh oleh perbuatan buruk. Orang yang beritikad buruk akibatnya akan sampai pada keturunannya keburukan itu.)
Kutipan Lontara’ di atas menitikberatkan pentingnya seorang individu untuk memelihara arah hatinya. Manusia dituntut untuk selalu berniat baik kepada sesama. Memelihara hati untuk selalu berhati bersih kepada sesama manusia akan menuntun individu tersebut memetik buah kebaikan. Sebaliknya, individu yang berhati kotor, yaitu menghendaki keburukan terhadap sesama manusia, justru akan menerima akibat buruknya. Karena itu, tidak ada alasan bagi seorang individu untuk memikirkan hal-hal buruk terhadap sesama manusia. Dengan kata
lain, agar setiap individu dapat memetik keberuntungan atau keberhasilan dalam hidup sesuai dengan cita-citanya, ia terlebih dahulu harus memelihara hatinya dari penyimpangan-penyimpangan. Jika menginginkan orang berbuat baik kepadanya, ia harus terlebih dahulu berniat dan berbuat baik kepada orang tersebut.
Ketiga, manusia tidak membiarkan dirinya digerakkan oleh nafsu-nafsu, emosi-emosi, perasaan-perasaan, kecondongan-kecondongan, melainkan diatur suatu pedoman (toddo), yang memungkinkannya untuk menegakkan harkat dan martabat manusia sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian ia tidak diombang-ambingkan oleh segala macam emosi, nafsu dan perasaan dangkal. Jadi, pengembangan sikap-sikap itu membuat kepribadian manusia menjadi lebih kuat, lebih otonom dan lebih mampu untuk menjalankan tanggung jawabnya. Dalam Lontara’ Latoa ditekankan bahwa bawaan hati yang baik menimbulkan perbuatan-perbuatan yang baik pula, yang sekaligus menciptakan ketertiban dalam masyarakat. Dalam memperlakukan diri sebagai manusia, bawaan hati memegang peranan yang amat penting. Bawaan hati yang baik mewujudkan kata-kata dan perbuatan yang benar yang sekaligus dapat menimbulkan kewibawaan dan apa yang diucapkan akan tepat pada sasarannya:
Makkedatopi Arung Bila, eppa tanrana tomadeceng kalawing ati, seuani, passu’i ada napatuju, maduanna, matuoi ada nasitinaja, matellunna duppai ada napasau, maeppa’na, moloi ada napadapi.
(Berkata pula Arung Bila, ada empat tanda orang baik bawaan hatinya. Pertama, mengucapkan kata yang benar. Kedua, menyebutkan kata yang sewajarnya. Ketiga, menjawab dengan kata yang berwibawa. Keempat, melaksanakan kata dan mencapai sasarannya.)
Di samping bawaan hati yang baik sebagai motor pendorong dalam manifestasi perbuatan manusia dalam dunia realitas, terdapat lagi suatu hal dalam diri manusia yang harus dipelihara, yaitu pikiran. Bagi manusia Bugis, hati dan pikiran yang baik merupakan syarat untuk menghasilkan kebaikan dalam kehidupan.
Besambung Ke Kearifan Lokal Dalam Sastra Bugis Klasik Part 2
Keterangan Tulisan Huruf Yang Merah/Miring << Bahasa Bugis Dan Artinya di bawah yang tercetak Tebal
33 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment



Gelandangan Solar dulu karena kata Mas Anang Pertamax Dah Habis huahhahaaahaha
Sukses Semuanya yah
saya jadi pengen juga cerita tentang adat istiadat kayak mas!
wekekekek!
trendy Mempunyai Postingan Terbaru ….. Telepon Umum!
nice post mas…
bugis punya suku klasikk juga???
ezZa Mempunyai Postingan Terbaru ….. Nyatakah Rasa Ini…
wah, pelesetari adat bugis nih, saya dukung,
btw, kalo mengenai dayaka gimana??
@trendy : Semoga saja terjadi amiennn
@Ezza : Terima kasih. Iya bugis mempunyai suku Klasik juga
@dino : Terima kasih
mas, bugis itu mana sih? maaf mas saya agak bodo…beneran ga tau, wkwkkw….
wah salut saya kang..trima kasih sharingnya nie..bisa buat saya jadi tambah ilmu juga..sukses juga kang..salam kenal..:)
@cena : Wahhh bugis itu di daerah Selawesi Selatan Mbak
@Blogger Addicter : Semoga Informasinya berguna aja mas
Sekarang orang kayak bang Achmad dah langka, bisa menciantai dan mendalami adat dan budaya suku sendiri.
Wah..menarik banget!! Kearifan lokal seperti ini nih yang perlu diperkenalkan secara luas, untuk jadi pijakan dalam pusaran arus globalisasi.
G.a.i.a Mempunyai Postingan Terbaru ….. Sajadah Panjang
Sepakat… hati dan pikiran lah pengendali kehidupan…
Andy MSE Mempunyai Postingan Terbaru ….. Serba-serbi Tarawih
bugis… sang raja di johor malaysia
salut sama mas masih banyak tahu sejarah bugis
Tony Mempunyai Postingan Terbaru ….. Cara Lain Membuat Fresh Content
jadi pengen nge-review tentang budaya jawa nih sayah…
lestarikan budaya Indonesia
Amrul Mempunyai Postingan Terbaru ….. Bukan Benchong Biasa
kau memang tajam wawasannya sobat
achoey sang khilaf Mempunyai Postingan Terbaru ….. Lelaki itu adalah Aku
wah..datanya lengkap juga.. cukup untuk bekal jalan2 ke Bugis..
kucingkeren Mempunyai Postingan Terbaru ….. Berburu Sunset di Manado Tua
salut!! saya aja ampe sekarang belum begitu mengenal kebudayaan daerah saya sendiri..
istriku orang bugis nih tapi gk tau yg beginian, wong cuman numpang lahir doank hehe. ntar biar dibaca istriku
tipis Mempunyai Postingan Terbaru ….. My Desire to Watch Coldplay Concert
hmmm pecinta budaya bugis ya pak
“hati dan pikiran yang baik merupakan syarat untuk menghasilkan kebaikan dalam kehidupan”, kayaknya bukan hanya bagi manusia bugis deh, tapi berlaku bagi manusia manapun…
silent reverie Mempunyai Postingan Terbaru ….. Senyuman
“Atutuiwi anngolona atimmu; aja’ muammanasaianngi ri ja’e padammu rupa tau nasaba’ mattentui iko matti’ nareweki ja’na apa’ riturungenngi ritu gau’ madecennge riati maja’e nade’sa nariturungeng ati madecennge ri gau’ maja’e. Naiya tau maja’ kaleng atie lettu’ rimonri ja’na”
wah bahasa daerah emang suka mirip2 yah. beberapa kata juga tidak jauh beda seperti yang dipake orang sunda atau jawa
Halo Gelandangan, sertakan juga donk dengan resep makanan dari Bugis, supaya bisa ganti menu buat buka
Photonya juga masssss, jangan cuma rumah tapi orang-orangnya yg pake baju adat apalagi yang guanteng kayak gelandangan
Jeblog Mempunyai Postingan Terbaru ….. Mampir
nilai2 kearifan lokal yang layak utk dijadikan sebagai bahan renungan sekaligus diamalkan dalam tindakan nyata, mas maulana. “ati mapaccing”, hemmm, agaknya idiom ini juga sangat universal, mas. hati yang baik. semoga nilai2 kearifan lokal semacam ini tak lekang dimakan sang waktu.
Kearifan lokal haruslah terus dipelihara namun kenaifan lokal harus segera dibuang jauh2. Begitupula dengan kearifan asing harus diadaptasi (ingat: diadaptasi bukan ditiru mentah2) sedangkan kenaifan asing janganlah diadaptasi apalagi ditiru!
Yari NK Mempunyai Postingan Terbaru ….. Interest and Usury (Bunga dan Riba)
@Anthony Harman : Hehehhee manusia langka iya mas. Ahh saya cuman membagi informasi budaya saya kok mas
@G.a.i.a : Semoga Artikelnya bermanffay aja yah mas
@Andy MSE : Klo saja hati pemimpin negara kita bagus semua mungkin kita sudah menjadi negara kaya juga yah mas
@catra : Suku bugis di malaysia memang banyak mas jangan salah
@Tony : Waduh mas saya cuman menginformasikan mas bukannya saya faham sekali budaya saya mas
@Amrul : Wahhh ditunggu tuh mas
@achoey sang khilaf : Wahhhh jangan terlalu gitu bro. Saya cuman menginformasikan bukannya dari fikiran saya
@kucingkeren : Ditunggu saya siap jadi pemandunya loh
@emfajar : Wahhh saya kan cuman memberikan Informasi mas
@tipis : Ohhh bugis yah mas istrinya
Bugis apa nih mas klo boleh tau ????
@zoel : saya sangat cinta mas
@silent reverie : Sepakat mas
@mantan kyai : Artinya klo di tarik jalur merahnya kosa kata kita di indonesia untuk bahasa daerah sebenanr hampir sama yah mas
@balisugar : Ditunggu deh kk resep makanannnya
@Jeblog : Siap laksanakan
@sawali tuhusetya : Semoga semakin hari semakin banyak aja mas orang yang memberikan informasi mengenai budaya mereka sendiri
@Yari NK : Heheheheh sepakat tuh mas sepakat banget tapi ada yg ganjil loh mas
kok dollarnya yah yg di kejar2
oee…seleblog!
Mus_ Mempunyai Postingan Terbaru ….. Blogger Makassar Anjangsana ke Panti Asuhan Nurul Fatimah (lagi)
@Mus_ : Seleb apa nya bosss
biasaji kodong
part duanya mana nih??
kucingkeren Mempunyai Postingan Terbaru ….. Suara Adzan Itu
@kucing keren : silahkan itu ada sampai part 6 loh hehhhehe
Luar biasa…!!
aku suka sekali apabila ada orang yang mencintai dan melestarikan budaya sendiri…Thx sharingnya Mas..
JoVie Mempunyai Postingan Terbaru ….. Margin dan Padding
artikel yang bagus, terima kasih sudah mengijinkanmu membaca…
Tulisan yang seolah-olah …..